5 fakta gigi runcing, simbol kecantikan perempuan dari suku mentawai

5 fakta gigi runcing, simbol kecantikan perempuan dari suku mentawai

Play all audios:

Loading...

Umumnya, setiap suku, ras, bahkan bangsa sekalipun memiliki standar kecantikan yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan kepada kita kalau kecantikan adalah suatu hal yang relatif, lantas


memiliki pengertian yang berbeda bagi setiap individu. Kulit putih, hitam, badan gemuk ataupun kurus semuanya adalah kecantikan yang dinilai melalui perspektif masing-masing orang.


Perspektif inilah yang kadang melahirkan sesuatu yang berbeda dari orang lain. Contohnya adalah gigi runcing yang biasanya dimiliki oleh para wanita dari Suku Mentawai, suku yang menempati


Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Mereka menganggap gigi runcing sebagai simbol kecantikan khas mereka karena beberapa alasan. Nah, untuk dapat memahami alasan tersebut, yuk simak lima


fakta mengenai gigi runcing sebagai simbol kecantikan wanita Suku Mentawai berikut ini. 1. GIGI RUNCING MENJADI PERTANDA KEDEWASAAN SEORANG WANITA goodnewsfromindonesia.id Memiliki gigi


runcing merupakan simbol kecantikan bagi para wanita yang berasal dari Suku Mentawai. Hal ini bukan tanpa alasan, bagi mereka memiliki gigi runcing adalah tanda bahwa mereka sedang beranjak


dewasa. Selain itu, wanita dengan gigi runcing juga dinilai memiliki nilai yang lebih daripada yang tidak. Simbol yang menjadi ciri khas dalam kalangan bermasyarakat Suku Mentawai ini


membuat para wanita yang beranjak dewasa lantas membuat giginya menjadi runcing. 2. PROSES PEMBUATAN GIGI RUNCING SANGAT EKSTREM DAN MENYAKITKAN batikkunegeriku.com Untuk mendapatkan simbol


kecantikan gigi runcing ini, para wanita dari Suku Mentawai harus menahan sakit saat proses peruncingannya. Jauh dari metode modern, proses peruncingan tidak dilakukan dengan obat bius.


Wanita yang melakukan proses peruncingan gigi ini harus menahan sakit cukup lama karena total gigi yang diruncingkan 23 gigi. Bukan itu saja, alat yang digunakan juga sangat sederhana yakni


sebilah kayu atau besi yang sudah diasah dengan tajam. Prosesnya yang sangat ekstrem dan menyakitkan ini bisa dinetralisir dengan pisang hijau yang masih mentah setelah prosesnya selesai


dilakukan. Meski menyakitkan, para wanita dari Suku Mentawai masih kerap melanjutkan tradisi ini, lho. _BACA JUGA: 5 FAKTA TATO MENTAWAI, SENI RAJAH TERTUA DARI SUKU MENTAWAI_ 3. TIDAK HANYA


SEBAGAI SIMBOL KECANTIKAN, GIGI RUNCING JUGA SALAH SATU TRADISI SUKU MENTAWAI YANG BERHUBUNGAN ERAT DENGAN SENI Lanjutkan membaca artikel di bawah EDITOR’S PICKS dm-player


instagram.com/sukumentawai Pada dasarnya, Suku Mentawai yang menempati Pulau Sumatra bagian barat ini menjunjung tinggi kesenian tubuh mereka. Bagi mereka, manusia memiliki arwah dan tubuh


yang tidak akan binasa. Jika mereka tidak merasa puas dengan penampilan fisiknya, hal itu akan berdampak besar bagi kesehatan jiwa mereka sendiri. Hal inilah yang menjadi sebab utama mengapa


Suku Mentawai memiliki tradisi yang berkaitan erat dengan seni. Contoh lainnya selain gigi runcing adalah Tato Mentawai, yang diketahui sebagai seni rajah tertua di dunia. 4. MAKNA DALAM


PROSES PEMBUATAN GIGI RUNCING BERKAITAN DENGAN 6 SIFAT BURUK MANUSIA batikkunegeriku.com Selain sebagai simbol kecantikan, gigi runcing juga sangat erat kaitannya dengan kepercayaan


masyarakat Suku Mentawai terhadap enam sifat buruk manusia yang sudah tertanam sejak dulu yang dikenal juga dengan sebutan _Sad Ripu_. _Sad Ripu_ sendiri terdiri dari _Kama_ (Hawa nafsu),


_Krodha_ (Marah), _Mada_ (Mabuk), _Matsarya _(Iri hati) dan _Moha_ (Bingung). Proses peruncingan gigi runcing inilah yang bisa membuat enam sifat buruk tersebut bisa dirasakan oleh manusia.


Dalam proses peruncingan gigi ini, wanita diharapkan memiliki keteguhan dan kesabaran yang berlawanan sifat dari enam sifat buruk tersebut. 5. PESONA KECANTIKAN BAGI MASYARAKAT SUKU MENTAWAI


DAPAT MEMUNCULKAN RASA KEBAHAGIAAN DAN KEDAMAIAN YANG HAKIKI tandaseru.id Sejalan dengan gigi runcing sebagai simbol kecantikan, masyarakat Suku Mentawai mempercayai bahwa kecantikan dapat


memberikan kebahagiaan yang hakiki. Mereka percaya, pesona kecantikan wanita yang terpancar dapat memberi kebahagiaan dan kedamaian bagi siapapun yang melihatnya. Meski begitu, kecantikan


tetaplah relatif, ya! Bagi masyarakat Suku Mentawai, gigi runcing yang menandakan proses pendewasaan wanita adalah simbol kecantikan mereka. Gigi runcing yang dimiliki wanita juga dianggap


menjadi saksi atas pencarian jati diri mereka, lho. Nah, itu dia lima fakta tentang gigi runcing sebagai simbol kecantikan perempuan dari Suku Mentawai. Perbedaan perspektif akan melahirkan


sesuatu yang berbeda dan kreatif. Tentunya, ini juga berkaitan tentang kepercayaannya masing-masing. Begitupun dengan kamu, untuk menjadi cantik tidak perlu mengikuti standar kecantikan


orang lain, kok! Lebih percaya diri dan menghargai diri sendiri, maka orang-orang dapat melihat pesona kecantikan kamu yang sebenarnya.  _BACA JUGA: 5 TRADISI SUKU BIMA YANG UNIK DAN WAJIB


DILESTARIKAN_ IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.